fbpx

Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 3 Aug 2022 08:59 WIB ·

Airlangga : Sektor Riil Dinilai Memperlemah Peluang Resesi di Indonesia


 Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Perbesar

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

HALONIAGA.COM, Jakarta – Ekonomi Indonesia diramal masih menguat, dan peluang resesi Indonesia sangat kecil dibandingkan negara lain. Hal ini didasarkan pada berbagai indikator ekonomi yang terus memperlihatkan peningkatan.

Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kenaikan harga komoditas yang tinggi te­lah memicu Bank Sentral di ber­bagai negara mempercepat laju kenaikan tingkat suku bunga.

Kondisi ini mendorong stagfla­si, yaitu inflasi tinggi dan ekonomi melambat. Serta meningkatkan peluang resesi ekonomi.

Namun, dibandingkan kondisi negara lain, prospek ekonomi Indonesia ke depan diperkirakan masih menguat atau ekspansi. Per Juni 2022, leading indica­tor yang memberikan sinyal awal titik balik siklus ekonomi masih berada di atas tren jangka panjang (>100).

“Beberapa negara masih ekspansi, termasuk Indonesia. Dari probabilitas resesi, Indonesia dan India persentasenya termasuk paling rendah,” kata Airlangga dalam sambutannya di acara Mid Year 2022 Economic Outlook secara daring, kemarin Selasa, (02/08/2022).

Pada kuartal II-2022, Airlang­ga memproyeksikan ekonomi akan tumbuh di atas 5 persen secara year on year (yoy). Sebelumnya, di kuartal I-2022, ekonomi Indonesia juga tumbuh positif 5,01 persen.

“Pertumbuhan ekonomi secara kuartal masih di atas 5 persen. Di kuartal IIjuga diperkirakan sedikit lebih dari 5 persen. Kalau itu bisa kita jaga, angka 5 persen sampai 5,2 persen di akhir tahun bisa kita capai,” kata dia.

Airlangga juga mengatakan, aktivitas ekonomi domestik ter­us menunjukkan tren pemulihan yang terakselerasi. Kondisi ini tercermin dari aktivitas sektor riil yang semakin meningkat, terlihat dari angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manu­faktur Indonesia pada Juli 2022, yang kembali berada di level ekspansif di posisi 51,3.

Catatan posisi PMI Juli 2022 juga lebih tinggi jika dibanding­kan bulan sebelumnya (Juni 2022) sebesar 50,2. Level ekspansif PMI Indonesia ini juga telah tercatat se­jak September 2021, atau selama sebelas bulan beruntun.

Bahkan, level ekspansi In­donesia masih di atas beberapa negara ASEAN lain. Yaitu Viet­nam (51,2), Filipina (50,8), Malaysia (50,6) dan Myanmar, yang masih mengalami kon­traksi sebesar 46,5.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Resmi Disahkan, Provinsi Jatim Punya Perda Desa Wisata

13 August 2022 - 12:51 WIB

Colabora Nite, Event Cafe yang Mengusung Ekonomi Kolaboratif dengan UMKM

13 August 2022 - 12:02 WIB

Sambut HUT RI, IM3 Hadirkan Paket Internet 100Gb

12 August 2022 - 10:46 WIB

Dongkrak Daya Saing, UMKM Kota Kediri Dibekali Pelatihan Fotografi

12 August 2022 - 07:52 WIB

Objek Wisata Alam Gunung Telomoyo Membuka “Pori-Pori” Ekonomi Warga

11 August 2022 - 15:50 WIB

Pengguna BRImo Meningkat , BRI Catatkan Fee-Based Income Rp724 miliar

11 August 2022 - 15:44 WIB

Trending di Ekonomi