fbpx

Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 29 Jul 2022 18:46 WIB ·

Banyak Saldo Mengendap, LaNyalla Minta Daerah Percepat Serapan Anggaran


 Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Perbesar

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

HALONIAGA.COM, Surabaya – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti banyaknya saldo pemerintah daerah yang mengendap di bank. La Nyalla pun berharap uang kas daerah dioptimalkan untuk percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi.

“Penumpukan kas itu berarti belanja daerah kurang optimal, yang berarti pula minimnya serapan dana daerah. Dampak yang lebih parah lagi yaitu tidak adanya pergerakan pembangunan, kegiatan ekonomi dan sosial serta terhentinya pemberdayaan masyarakat,” ujar LaNyalla yang tengah melakukan kegiatan reses di Jawa Timur, Jumat (29/7/2022).

Kementerian Keuangan mencatat, pada Juni 2022, saldo pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di bank mencapai Rp220,9 triliun. Jumlahnya terus naik dari bulan-bulan sebelumnya, yakni Januari 2022 senilai Rp157,97 triliun, Februari Rp183,3 triliun, Maret Rp202,3 triliun, April Rp191,5 triliun, dan Mei 2022 menjadi Rp200,7 triliun.

“Sebenarnya wajar jika pemda memiliki kas di bank, agar siap berbelanja. Namun, kalau sudah menumpuk, ini yang tidak boleh terjadi. Kepala daerah harus pandai melihat situasi dan kondisi. Mereka harus tahu kapan anggaran itu diperlukan dan kapan harus tersimpan,” ujar dia.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Resmi Disahkan, Provinsi Jatim Punya Perda Desa Wisata

13 August 2022 - 12:51 WIB

Colabora Nite, Event Cafe yang Mengusung Ekonomi Kolaboratif dengan UMKM

13 August 2022 - 12:02 WIB

Sambut HUT RI, IM3 Hadirkan Paket Internet 100Gb

12 August 2022 - 10:46 WIB

Dongkrak Daya Saing, UMKM Kota Kediri Dibekali Pelatihan Fotografi

12 August 2022 - 07:52 WIB

Objek Wisata Alam Gunung Telomoyo Membuka “Pori-Pori” Ekonomi Warga

11 August 2022 - 15:50 WIB

Pengguna BRImo Meningkat , BRI Catatkan Fee-Based Income Rp724 miliar

11 August 2022 - 15:44 WIB

Trending di Ekonomi