Menu

Mode Gelap

Inspirasi · 15 Feb 2022 07:50 WIB

Belajar di Internet, Miniatur Kincir Air Bikinan Pemuda Ponorogo Berbuah ‘Cuan’


 Ari Dwi Purwanto saat menunjukkan miniatur kincir air yang ia buat setelah belajar dari media sosial (foto;istimewa) Perbesar

Ari Dwi Purwanto saat menunjukkan miniatur kincir air yang ia buat setelah belajar dari media sosial (foto;istimewa)

HALONIAGA.COM, Ponorogo – Kiat belajar dimana saja rupanya benar-benar dilakukan oleh Ari Dwi Putranto, warga Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Miniatur kincir air bambu bikinannya kini banyak diminati warga dan menghasilkan ‘cuan’.

Ari sapaan akrabnya, menceritakan bagaimana muka ia membuat miniatur kincir air. Ya, dia mengaku belajar membuat kincir air mini dari tayangan di YouTube

Ide yang ia lakukan, awalnya hanya untuk buat kolamnya sendiri. Hal itu dilakukan karena ada sisa bambu yang tidak terpakai kemudian ia membuat sebuah miniatur kincir sederhana yang digerakkan oleh aliran air dari pompa air mini akuarium.

Usai membuat, keisengannya yang mengupload di sosial media berbuah manis. Sejumlah nitizen merespon positif dan memesan miniatur kincir air bikinan Ari.

Dari beberapa pesanan yang ada membuat banyak ide kreatif muncul dimana yang awalnya hanya kincir air biasa, kini ada beberapa tambahan ornamen orang-orangan dan bunyi-bunyian dari bambu yang digerakkan oleh kincir.

“Dari situ kemudian banyak pesanan, padahal iseng aja kita posting di media sosial. Padahal kita belajarnya juga di YouTube,” ulas Ari, Senin (14/02/2022).

Lanjut Ari, jika dalam membuat miniatur kincir air tersebut saat ini dirinya terkendala bahan dasar yang terbuat dari bambu. Dimana pada saat musim hujan seperti sekarang ini mencari bambu yang benar-benar kering dan tua sangatlah susah.

Selain itu jenis bambu yang memiliki corak bagus seperti bambu jenis ulung, yang memiliki warna hitam sangat jarang ditemukan di Ponorogo. Sehingga ia pun mensiasati dengan menggunakan bambu jenis apus kemudian dilapisi menggunakan politur yang membuat warna bambu jenis apus menjadi lebih menarik.

“Sebenarnya, bahannya semua dari bambu, sisanya hanya kawat untuk as kincir dan paku untuk menempel ornamen kincir,”ucap pria 25 tahun itu.

Untuk menjualnya, Ari sendiri tak mematok harga secara khusus. Ia pun acapkali berkonsultasi dengan pemilik kolam untuk menyesuaikan ukuran dan biaya yang diinginkan pembeli.

Tentunya beda ukuran beda harga. Sebab, untuk me. Buat satu miniatur kincir ar saja, dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 harian mulai awal bambu sampai proses finishing.

Biasanya Ari menjual miniatur kincir airnya mulai dari harga Rp 125 ribu sampai Rp 350 ribu. Usahanya itu, baru dimulai Januari kemarin, hingga saat ini sudah ada sekitar 10 orderan. (drw)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Genjot Sektor UMKM, Pusat Oleh-oleh di Probolinggo Kembali Dibuka

12 March 2022 - 18:13 WIB

Pusat oleh-oleh 'Bolinggo', di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akan kembali beroperasi

Perluas Pasar, Petani dan UMKM Kopi Banyuwangi Bertemu 150 Buyer

9 March 2022 - 16:46 WIB

kopi bwi

Bertemu Ganjar Pranowo, Dubes Singapura Bahas Investasi

9 March 2022 - 16:43 WIB

ganjar

Kupat Tahu Pak Wardiman, Kuliner Legenda di Yogyakarta yang Dikelola Sejak Tahun 1990

9 March 2022 - 16:41 WIB

kupat

Potensi Besar, Pemkab Gresik Terus Promosikan Tanaman Hias Karangandong

6 March 2022 - 11:40 WIB

karangandong

Inovasi Perempuan Tuban, Pare Dijadikan Kripik hingga Produknya Dikenal Masyarakat

5 March 2022 - 18:52 WIB

kripik
Trending di Berita