Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Mar 2022 14:45 WIB

Bupati Berau Dorong Produksi Udang Windu Bisa Masuk Pasar Global


 Udang windu, salah satu komoditi yang berkontribusi dari sektor perikanan tangkap di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Ilustrasi)
Perbesar

Udang windu, salah satu komoditi yang berkontribusi dari sektor perikanan tangkap di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Ilustrasi)

HALONIAGA.COMBERAU – Potensi udang windu di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur begitu meyakinkan. Kondisi itu membuat Bupati Berau, Sri Juniarsih berharap pelaku usaha dan pihak terkait ikut menjembatani agar produksinya bisa masuk pasar global.

Bupati mengatakan, melalui pemanfaatan teknologi informasi, Pemkab Berau berharap udang windu yang tersertifikasi sehat dan ramah lingkungan, dapat masuk ke supermarket ternama di Indonesia dan diekspor ke berbagai belahan dunia.

“Untuk bisa menembus pasar ekspor melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terus berkembang dewasa ini, tentu diperlukan dukungan dari banyak pihak, karena disadari keterbatasan jaringan oleh pelaku di Berau dalam merambah pasar global,” ucapnya melalui rilis yang diterima HALONIAGA.COM Kamis, (10/03/2022) lalu.

Bupati mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh Dinas Perikanan dan Kelautan setempat karena telah memperkuat sistem informasi ketertelusuran produksi udang windu, sehingga melalui sistem ini dapat menjangkau seluruh belahan dunia.

Apalagi penguatan informasi ketertelusuran produksi udang windu tersebut menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), kemudian melibatkan Universitas Muhammadiyah Berau, Universitas Mulawarman Samarinda, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Sri Juniarsih yang merupakan bupati perempuan pertama di Berau ini melanjutkan, Kabupaten Berau merupakan wilayah yang memiliki ekosistem mangrove terluas di Provinsi Kaltim, konsisten melakukan pembangunan hijau, sehingga untuk budi daya perikanan tambak pun harus memperhatikan keseimbangan lingkungan.

“Dalam upaya melindungi ekosistem mangrove di Kabupaten Berau, maka secara tidak langsung dapat mendukung produksi perikanan tangkap dan budi daya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ekosistem mangrove memiliki arti penting bagi nelayan, petambak, dan bagi masyarakat pesisir Berau umumnya, karena mangrove menjadi tempat hidup dan berkembangnya habitat udang, kepiting, dan berbagai jenis ikan.

Untuk itu, melalui penerapan praktik akuakultur yang berkelanjutan, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca yang selalu dikampanyekan di tingkat global, termasuk Kabupaten Berau.

Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, tahap awal sistem informasi ketertelusuran produksi udang akan dikembangkan dan diujicobakan di demplot tambak Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE) Kabupaten Berau.

“YKAN bersama Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPBAP3 KKP) telah mengenalkan pendekatan SECURE sebagai upaya merestorasi tambak menjadi mangrove kembali, tanpa menurunkan produktivitas tambak masyarakat,” ucapnya.

Lanjut Ilman, melalui informasi ketertelusuran produksi, akan membantu pembeli udang di seluruh dunia, guna memastikan bahwa udang dari Kabupaten Berau berasal dari tambak tradisional yang ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. (drw)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita