fbpx

Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 1 Sep 2022 18:32 WIB ·

Butuh US$1 Triliun Transisi Energi, Pemerintah Dorong Keterlibatan Sektor Swasta


 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Istimewa)
Perbesar

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Istimewa)

HALONIAGA.COM , Nusa Dua – Transisi energi dari fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT) perlu mendapat dukungan pendanaan besar. Percepatan transisi energi di Indonesia misalnya setelah dilakukan kajian ternyata membutuhkan investasi hingga US$1 triliun di tahun 2060 untuk pembangkit EBT dan transmisi.

“Kebutuhan finansial semakin tinggi mengingat kami bakal menerapkan pensiun dini PLTU batubara di tahun-tahun mendatang,” kata Rida Mulyana, Sekretaris Jendral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam Dialog Business 20 G20 (B20-G20) di Nusa Dua Bali, Rabu (31/8).

Besarnya pendanaan tersebut memerlukan mobilisasi semua sumber keuangan baik dari perusahaan privat maupun publik. Tentunya ini harus menjadi perhatian utama agar bisa menggandeng semua pihak ikut berpartisiasi.

“Kerja sama dan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan energi terbarukan, termasuk publik-swasta dan kemitraan bisnis ke bisnis, memiliki peran penting untuk memastikan semua potensi energi terbarukan dimanfaatkan,” jelasnya.

Dalam roadmap NZE di 2060 atau lebih cepat yang disusun oleh Pemerintah, terdapat penambahan pembangkit EBT hingga 700 GW yang berasal dari solar, hidro, biomassa, angin, laut, panas bumi, serta hidrogen dan nuklir.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Phinisi di Bulukumba Gaet 100 UMKM

15 September 2022 - 08:12 WIB

Atasi Inflasi, Airlangga Hartarto Sebut Punya 8 Cara

14 September 2022 - 21:03 WIB

Siap-siap ! Daya Listrik 450 VA Sepakat Untuk Dihapus

13 September 2022 - 12:47 WIB

Optimisme Perhutani Wujudkan Swasembada Gula

12 September 2022 - 21:59 WIB

BNI Raih 4 Penghargaan Alpha Southeast Asia

12 September 2022 - 21:53 WIB

Khofifah Goreng Onde-Onde Bo Liem , Kue Legendaris Mojokerto

12 September 2022 - 00:19 WIB

Trending di Ekonomi