Menu

Mode Gelap

Tips & Trick · 15 Feb 2022 07:46 WIB

Cara Riset Produk ‘Kulakan’ di Marketplace


 ilustrasi Perbesar

ilustrasi

HALONIAGA.COM – Sudah tentu kita perlu mendapat selisih semaksimal mungkin dari harga jual dengan harga beli produk, untuk mendapatkan nilai keuntungan terbaik. Namun, bukan hanya menemukan produsen termurah saja. Kita juga harus bisa mengikuti tren pasar, agar jualan kita laris manis.

Maka khusus untuk Mitra Haloniaga, kali ini kita bongkar habis cara riset produk kulakan di marketplace.

1. Pakai hasil riset orang lain

Cara ini mungkin terdengar licik sehingga perlu Anda pertimbangkan lagi kalau tidak ingin melakukannya.

Anda bisa perhatikan iklan pemasaran dari pesaing karena iklan yang mereka pasang sudah pasti melewati tahap riset produk.

Mereka akan mengiklankan produk yang tentunya banyak dicari dan dibeli oleh customer.

Misalnya, ada iklan produk kipas portable lewat di timeline sosmed Anda, saat di cek ternyata harganya lumayan mahal sekitar Rp.200.000.

Langsung saja Anda cek di Tokopedia harga pasarannya berapa.

Ternyata saat dicek harga jualnya jauh lebih murah sekitar Rp.50.000. Kalau Anda bisa jual kembali produk tersebut dari harga Rp.100.000 sampai Rp.120.000, nantinya Anda akan dapat untung sekitar Rp.50.000 sampai Rp.70.000.

Cara ini cukup simpel buat pebisnis kalau lagi males riset produk, yang penting kalau ada iklan produk lewat luangkan sedikit waktu untuk baca-baca sebentar agar selalu update produk baru dan harga pasarnya

2. Mencari produk baru supplier

Cara kedua ini membutuhkan waktu yang lumayan banyak untuk meneliti produk yang ada di toko supplier.

Misalnya, Anda cek di Tokopedia dengan kategori peralatan rumah tangga jangan lupa untuk difilter bagian urutannya menjadi berdasarkan produk terbaru.

Setelah muncul beberapa produknya pilih toko yang sekiranya bisa dipercaya, bisa lihat dari rating dan ulasan pembeli.

Anda bisa pilih sampe 10 toko supplier untuk perbandingan atau buat jaga-jaga kalau produk tertentu habis di supplier A bisa pindah ke supplier lain.

Dari sini Anda bisa update produk terbaru, nanti tinggal cek aaja setiap toko mana yang punya produk terbaru dan belum banyak yang laku, karena ini akan jadi peluang Anda untuk jual kembali produk tersebut.

Pemilihan produk terbaru karena produk baru belum ada reputasi saingannya, jadi ada kemungkinan kalau Anda dapat omset dari produk itu.

Sebenarnya kalau jual produk yang lama juga bisa tapi persaingannya cukup sulit karena produk lama sudah banyak yang jual, sudah banyak yang beli dan kasih ulasan, saingannya bukan hanya di harga atau produk tapi bersaing dari segi ulasan dan reputasi.

3. Melalui pencarian populer

Fitur ini memungkinkan Anda untuk melihat apa saja produk yang paling banyak dicari di Shopee.

Caranya, Anda scroll ke bawah di halaman beranda Shopee, sampai menemukan kata “Pencarian Populer”.

Disana Anda bisa melihat beberapa produk dengan banyak pencarian dan jumlah produk yang dijual di Shopee.

Cara untuk memaksimalkan penggunaan fitur ini adalah Anda tinggal refresh dengan menekan tombol “Ubah” sampai Anda menemukan produk dengan jumlah kurang dari Rp.50 ribu.

Atau kalau bisa cari produk yang jumlahnya paling sedikit karena semakin sedikit jenis produk tersebut dijual di Shopee, semakin sedikit pula saingan Anda dalam menjual produk tersebut.

4. Ngemall di halaman Shopee Mall

Cara menggunakan fitur Shopee Mall adalah Anda masuk ke halaman Shopee Mall, disana Anda akan melihat menu seperti Toko Populer, Mall Flash Sale, Voucher Brand, Promo Brand Minggu Ini, dan Rekomendasi.

Khusus untuk riset produk terlaris, Anda hanya akan menggunakan Toko Populer dan juga Rekomendasi.

Di bagian Toko Populer, Anda bisa melihat beberapa toko, Anda bisa klik salah satu tokonya, kemudian Anda lihat produk apa yang mereka jual dan produk terlarisnya.

Setelah menemukan produknya, Anda tinggal search saja produk tersebut di pencarian Shopee, kemudian cari toko mana yang menjual produk tersebut dengan harga yang lebih murah dari Shopee Mall.

Jika ada, maka Anda berpeluang untuk menghasilkan keuntungan dari menjual produk tersebut.

Dibagian produk Rekomendasi, Anda akan melihat beberapa produk yang menjadi rekomendasi Shopee, lalu carilah produk yang kiranya relevan dengan keinginan Anda.

5. Riset per Kategori

Cara terakhir ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga ketekunan.

Caranya, Anda masuk ke beranda Shopee, kemudian scroll ke bawah sampai menemukan “KATEGORI”, Shopee memiliki 3 jenis kategori yaitu Kategori Utama, Sub Kategori Utama, dan Sub Kategori.

Kategori yang Anda lihat di beranda Shopee merupakan Kategori Utama dan Anda tinggal klik salah satu kategori yang ada disana untuk melihat produknya.

Contohnya Anda mengklik kategori Perawatan & Kecantikan.

Selanjutnya adalah melakukan filter untuk menyaring produk tersebut. Hal-hal yang harus difilter adalah lokasi, metode pembayaran, tipe penjual, dan penilaian.

Setelah memfilter, barulah Anda bisa melihat produk-produk yang relevan untuk dijual kembali dan Anda bisa melihat toko yang menjual produk tersebut untuk dijadikan supplier.

Semua cara riset produk bebas Anda pilih hanya satu cara atau semuanya untuk diterapkan kembali, tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan kapan waktu luang Anda untuk riset produk.

Semoga cara riset produk terlaris diatas dapat membantu Anda untuk mencari produk yang relevan untuk toko online Anda.

Selamat mencoba, salam Mitra Haloniaga.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Alasan Pengusaha Harus Pakai TikTok Ads – Bagian 1

17 February 2022 - 08:09 WIB

Ilustrasi TikTok

5 Tips Membuat Konten yang Menarik

16 February 2022 - 20:58 WIB

Ilustrasi content creator

5 Bisnis dengan Modal 300 Ribu

14 February 2022 - 23:00 WIB

usaha modal 300 ribu

3 Rahasia UMKM Sukses Go Online

5 February 2022 - 08:22 WIB

3 Cara Ampuh Promosi di Media Sosial

4 February 2022 - 07:47 WIB

3 Tips Ampuh agar Pengajuan KUR Diterima untuk UMKM

3 February 2022 - 10:33 WIB

Trending di Berita