fbpx

Menu

Mode Gelap

Inspirasi · 4 Feb 2022 07:55 WIB ·

Dari Iseng, Warga Bangkalan Sukses Jadi Pengrajin Miniatur Kapal


 Abdul Halim, seorang pengrajin miniatur kapal, tak menyangka karya dikenal di berbagai penjuru dunia Perbesar

Abdul Halim, seorang pengrajin miniatur kapal, tak menyangka karya dikenal di berbagai penjuru dunia

HALONIAGA, Bangkalan – Ibarat iseng-iseng berhadiah, Abdul Halim, seorang pengrajin miniatur kapal, tak menyangka karya dikenal di berbagai penjuru dunia. Lelaki asal Kampung Paseraman, Desa Kamal, Kecamatan Kamal sukses merintis usahanya tahun 1994 bersama dua koleganya.

Sebelumnya, Abdul Halim bekerja di bekerja sebagai tenaga harian Divisi Kapal Niaga Hull Outfiting (HO) di PT PAL Indonesia. Berbekal pengalaman di PT PAL Indonesia ini, Abdul Halim mampu menciptakan miniatur kapal dalam segala model dan ukuran. Lelaki kelahiran Bangkalan 17 Desember 1969 tersebut mengawali karirnya di Perusahaan galangan kapal itu sejak tahun 1991.

Selama di PT PAL Indonesia, Halim mengikuti pameran terapung yang berisi miniatur kapal di PT PAL Indonesia. Pengalaman itu memberinya ide untuk melakukan percobaan.

”Masak orang Madura tidak bisa menciptakan miniatur kapal semacam itu,” kata Halim, menuturkan ide awal yang mengusiknya, Jumat (04/02/2022).

Setelah tiga tahun bekerja di PT PAL Indonesia, tepatnya tahun 1993, Halim berhenti. Kemudian dia meneguhkan niat dan tekadnya untuk memulai usaha miniatur kapal di awal tahun 1994. Bersama dua temannya, dia memulainya dengan otodidak, menggunakan bahan seadanya: mika, fiberglass, dan beberapa plastik. Waktu itu, Halim dan teman-temannya benar-benar memulainya tanpa persiapan.

Tentang nama “Cakraningrat” pada usaha miniatur kapalnya, Halim terinspirasi oleh pahlawan Cakraningrat yang berasal dari Madura. “Kami ingin pahlawan Madura tetap dikenal, dan kami juga ingin membantu membangun Madura dengan usaha ini,” tutur Halim.

Perjalanan Halim dan teman-temannya menjajakan karyanya juga Panjang. Mereka berkelana mencari pembeli dan peminat. Dari satu ke kantor lainnya, mereka menawakan karyanya dengan membawa berkas yang tersimpan dalam map rapi.

”Dulu saat mencari peminat di kalangan Madura sangat sulit, hingga akhirnya kami menemukan garapan kapal perang BFP 57,” jelasnya dengan nada menggebu-gebu di ruang kerjanya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Phinisi di Bulukumba Gaet 100 UMKM

15 September 2022 - 08:12 WIB

Lagi, Bank Jateng Luncurkan Kredit Murah untuk UMKM dan Pedagang Tanpa Agunan

13 September 2022 - 12:50 WIB

Melihat Cara Pertamina Bantu 455 UMKM Binaan Agar Go Global

12 September 2022 - 00:23 WIB

Khofifah Goreng Onde-Onde Bo Liem , Kue Legendaris Mojokerto

12 September 2022 - 00:19 WIB

Bukan Kaleng-kaleng, Segini Total Kekayaan Jusuf Hamka, Crazy Rich Jalan Tol

3 September 2022 - 12:14 WIB

Mencicipi Minuman Tradisional Wedang Tahu Bu Kardi di Yogyakarta

2 September 2022 - 22:37 WIB

Trending di Ekonomi