Menu

Mode Gelap

Berita · 21 Feb 2022 20:18 WIB

Demi Bisa Bertahan, Pengrajin Tahu di Probolinggo Tetap Produksi Meski Kurangi Karyawan


 Harga kedelai yang tinggi, membuat pengrajin tahu di Kota Probolinggo tetap berproduksi meski harus mengurangi jumlah karyawan dan ukuran tahu Perbesar

Harga kedelai yang tinggi, membuat pengrajin tahu di Kota Probolinggo tetap berproduksi meski harus mengurangi jumlah karyawan dan ukuran tahu

HALONIAGA.COM, PROBOLINGGO – Sampai saat ini, harga kedelai masih meroket. Tak ingin terus merugi, pengrajin tahu di Kota Probolinggo, Jawa Timur tetap produksi meski harus mengurangi karyawan dan ukuran tahu.

Hal itu, terpantau BERITABANGSA.COM pada Senin, (21/02/2022) di salah satu produksi tahu Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih. Para karyawan tahu, tampak melakukan rutinitas seperti biasanya.

Ada yang bertugas menghaluskan kedelai menggunakan selep, ada yang mengolah bubur menjadi tahu, hingga karyawan yang bertugas memotong tahu semsu

Pemilik produksi tahu Hapid Effendi mengatakan, pihaknya tetap produksi tahu karena beberapa hal. Pertama ia tak ingin pelanggannya kabur ke tempat produksi yang lain.

“Sayang kalau pelanggan yang biasa beli ke kita lari ke yang lain, selain itu mau tidak mau kita tetap produksi karena juga ada karyawan yang harus kita perhatikan,” ucap Hapid.

Lanjut Hapid, harga kedelai terus mengalami kenaikan. Agar tak makin merugi, ia pun harus melakukan siasat dengan cara mengurangi ukuran tahu dan mengurangi jumlah karyawan.

“Kalau kemarin karyawan ada 9, namun kini berkurang jadi 7. Ini juga karena dampak kenaikan harga kedelai sehingga efisiensi itu dilakukan,” tambah Hapid.

Dalam sehari, Hapid menghabiskan kurang lebih 2 sampai 3 kwintal kedelai. Harganya, pernah kwintal Rp 1.670.000, dimana menghasilkan 20 resep atau 20 balok tahu.

Salah satu pembeli tahu, Sunarsih (40) warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo mengatakan, harga tahu yang ia beli Rp 26 ribu untuk ukuran satu bak tahu, padahal harga biasanya Rp 15-16 ribu per satu bak.

Sebagai penjual cilok, ia pun mengikuti harga tahu yang naik. Sebab, untuk kebutuhan hidupnya yang memang berjualan cilok.

“Ya semoga harganya normal Mas, kalau begini kan pembeli juga bisa tidak beli karena harganya mahal,” harapnya.

Diketahui untuk saat ini, harga bahan baku tempe dan tahu mencapai Rp 12.000 per kilogram. Harga tersebut terus naik dari harga sebelumnya.

Harga sebelumnya hanya Rp 9.500 sampai Rp 10.000 per kilogram. Dengan kenaikan harga kedelai impor tersebut, produsen kesulitan untuk menjual tahu tempe dengan harga normal. (drw)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita