Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Feb 2022 19:06 WIB

Dirintis Sejak 2014, Produksi Gula Kristal di Banyumas Tembus Jepang dan Brazil


 Produksi Gula Kristal Kelompok Nira Barokah di Banyumas, Jawa Tengah yang tembus sampai Jepang dan Brazil Perbesar

Produksi Gula Kristal Kelompok Nira Barokah di Banyumas, Jawa Tengah yang tembus sampai Jepang dan Brazil

HALONIAGA.COM, Banyumas – Gula serbuk atau gula kristal di Banyumas, Jawa Tengah menjadi komoditi yang luar biasa. Kendati pandemi Covid-19 masih mengancam, gula kristal produksi Kelompok Nila Barokah tembus pasar ekspor hingga ke Jepang dan Brazil.

Kelompok Nira Barokah di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok, Banyumas dipimpin Ditam. Ia menceritakan bagaimana awal mula ia mulai merintis usaha yang kini menggiurkan itu.

Ditam menceritakan, dia menjadi penderes sejak tahun 2014. Tak hanya Ditam, masyarakat di desa Ditam kebanyakan memiliki profesi yang sama. Di sinilah persoalan itu terjadi. Banyak penderes yang merasa harga jual gula cetak mereka diberi harga murah oleh pengepul.

Didorong keinginan mendapatkan keuntungan yang lebih besar masyarakat membentuk kelompok Nira Barokah dan menunjuk Ditam sebagai pengepul gula cetak. “Dengan adanya kelompok ini harga gula dari petani menjadi lebih naik dan stabil,”jelasnya Minggu, (13/03/2022).

Lanjut Ditam, setiap dua bulan sekali, kelompok Nira Barokah mendapat pembinaan dari PT Coco Sugar Indonesia sebagai mitra kerja mereka. Selain itu, para petani juga lebih terjamin karena mendapat BPJS Ketenagakerjaan yang akan ditanggung kelompok dan PT tersebut.

“Setiap hari kita menerima gula cetak organik dari petani. Kemudian, gula cetak itu diolah menjadi gula kristal. Lalu, gula cetak dipanaskan. Setelah cair, disaring kembali.Proses terakhir adalah penghalusan (pengayakan) sampe gula menjadi butiran halus,” ujarnya.

Penghasilan gula kristal untuk perhari, lanjut dia, sementara ini 700Kg karena PT masih penuh. Tapi di bulan sebelumnya sampai 1 ton gula perhari. Ditam melanjutkan, gula kristal memiliki kelebihan dibanding gula jenis lain.

“Pertama, dari segi kesehatan lebih rendah kadar gulanya. Kedua, lebih higienis karena proses pengolahanya mengutamakan kebersihan. Makanya bisa tembus ke luar negeri karena ketatnya peraturan di sana,” ungkapnya.

Ia berharap, pemasaran gula kristal tetap stabil dan lebih baik. Apalagi para petani di desa tersebut memiliki kode tersendiri untuk membedakan gula dari petani lainya. Dia juga berharap, ada regenerasi untuk petani dan penanaman kembali pohon kelapa khususnya jenis Genjah, Nias, dan Raja.

“Karyawan di sini mayoritas warga Sudimara dan sekitarnya. Ada 100 lebih petani. Karena itu, saya ingin membantu perekonomian warga sekitar,” katanya.

Terpisah, salah satu penderes di Desa Sudimara, Solihun mengaku senang bergabung dalam kelompok Nira Barokah.

“Saya mendapat tunjangan keselamatan. Selain itu, harga gula yang dihasilkan lebih tinggi dari harga pasar,”tandasnya. (drw)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita