Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Feb 2022 16:37 WIB

Gajah Wong, Kawasan Kumuh yang Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata oleh Kementerian PUPR


 Kawasan Kumuh 'Gajah Wong' di Yogyakarta yang kini diproyeksikan Kementerian PUPR (foto; Kementerian PUPR) Perbesar

Kawasan Kumuh 'Gajah Wong' di Yogyakarta yang kini diproyeksikan Kementerian PUPR (foto; Kementerian PUPR)

HALONIAGA.COM, Yogyakarta – Kawasan Kumuh tepi sungai Gajah Wong di Yogyakarta, rupanya bakal jadi destinasi wisata. Langkah itu, dipastikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Menteri Basuki Hadimuljono.

Rencananya, implementasi peningkatan kualitas permukiman kumuh yang berada di tepian sungai tersebut menjadi destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Kota Yogyakarta dengan konsep wisata air.

Menurut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, penataan kawasan tepi sungai tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya.

Hal ini dimungkinkan karena perencanaannya dilakukan bersama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota dan masyarakat.

“Pemanfaatan selanjutnya menjadi peran pemerintah daerah kabupaten/ota untuk memberdayakan masyarakat di kawasan tersebut dalam mengembangkan potensi kawasan,”jelasnya dalam siaran pers yang diterima HALONIAGA.COM, Minggu (13/2/2022).

Nantinya, Program penataan kawasan tepi Sungai Gajah Wong tersebut merupakan penataan skala kawasan Kota karena mencakup tiga kelurahan sekaligus yang saling berbatasan, yakni Kelurahan Muja Muju, Giwangan, dan Prenggan.

Di Kelurahan Giwangan dan Prenggan penataan dilakukan dari Bendung Mrican hingga Jembatan Tegalgendu sedangkan di Kelurahan Muja-Muju dilakukan dari Jembatan Balirejo hingga Jembatan GL Zoo.

yogyakarta

Permasalahan utama di kawasan tersebut adalah tidak adanya akses jalan inspeksi yang memadai untuk permukiman di sepanjang Sungai Gajah Wong.

Jalan inspeksi ini selain untuk pemeliharaan dan pemantauan sungai juga menjadi lokasi untuk penempatan infrastruktur limbah dan pemadam kebakaran.

Pekerjaan penataan kawasan kumuh di tiga kelurahan tersebut mencakup perbaikan jalan lingkungan, jalan inspeksi sekaligus pembangunan talut sebagai penguat jalan, pembangunan sanitasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), drainase, pos pantau, hydrant proteksi kebakaran, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), toilet, pendopo, ruang baca, tempat sampah, penambahan railing pagar serta lampu.

Pekerjaan penataan kawasan kumuh tersebut didanai dari APBN tahun 2019-2020 sebesar Rp15,6 miliar ditambah dukungan dana dari APBD Kota Yogyakarta untuk perbaikan rumah warga yang terdampak penataan.

Rumah warga di sepanjang kawasan penataan kini tidak lagi membelakangi sungai. Penataan permukiman di bantaran sungai tersebut mengacu pada gerakan M3K atau mundur munggah madep kali (memundurkan rumah, menaikkan rumah dan menghadapkan rumah ke sungai).

Penataan kawasan yang dilakukan Kementerian PUPR tersebut melibatkan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (Forsidas) Gajah Wong Yogyakarta.

Ketua Forsidas Gajah Wong Purbudi Wahyuni mengatakan, pelibatan forum komunikasi sebagai mediator antara Pemerintah dan masyarakat bertujuan untuk mengoptimalkan hasil pembangunan sesuai harapan masyarakat.

“Dengan komunikasi yang tepat, kebijakan dan pembangunan yang dilakukan dapat optimal sehingga akhirnya program 100-0-100 terpenuhi,”jelasnya. (drw)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita