Menu

Mode Gelap

Berita · 14 Feb 2022 19:03 WIB

Harga Batu Bara Dunia Menguat, Tembus US$245 per Ton


 Ilustrasi tambang batu bara Perbesar

Ilustrasi tambang batu bara

HALONIAGA.COM, Jakarta – Harga batu bara dunia kembali meroket. Berdasarkan pasar berjangka ICE Newcastle bulan februari berada di level US$245/ton, terhitung melonjak hingga 55,56% sejak awal tahun di harga US$157,5 pada 1 Januari 2022 lalu.

Ada beberapa hal yang membuat harga emas hitam itu meroket, mulai dari dilonggarkannya pembakaran batu bara lebih banyak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di negara Prancis, hingga ulah sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia yang mengakibatkan harganya kini melonjak.

Pada sebelumnya, pemerintah telah mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara per 1 Februari 2022 lalu. Namun, nyatanya hal itu tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh perusahaan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan telah menunda pemberian izin operasi lebih dari 1.000 tambang batu bara, timah, dan berbagai mineral lainnya.

Hal itu dilakukan pemerintah melalui Kementerian ESDM dengan alasan adanya keterlambatan dalam menyetor rencana kerja untuk tahun 2022. Namun demikian, Kebijakan ini hanya bersifat sementara. Izin akan kembali diberikan setelah pemerintah menerima rencana kerja untuk tahun ini.

Alhasil, kondisi itu berdampak yang luar biasa ditandai dengan melonjaknya harga batu bara dunia saat ini. Ditambah lagi dengan adanya kebijakan pemerintah Prancis untuk membakar lebih banyak batu bara pada PLTU-nya selama periode bulan januari hingga februari 2022 yang berakibat pada melonjaknya harga emas hitam itu.

Pemerintah Prancis sendiri memberlakukan kebijakan itu dengan alasan guna memastikan pasokan listrik dalam negeri aman tercukupi.

Lalu bagaimana didalam negeri?, pemerintah Indonesia juga telah mematok peningkatan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk bulan februari menjadi sebesar US$188,38 per ton. Angka itu terhitung melonjak hingga 18,85% dibandingkan dengan HBA bulan sebelumnya atau Januari sebesar US$158,5 per ton.

“Kenaikan HBA bulan Februari 2022 disebabkan oleh tingginya permintaan komoditas batu bara global,” terang Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi dikutip Senin, (14/02/2022).

Agung Pribadi juga menjelaskan adanya kendala pada pasokan gas alam serta kembali beralihnya penggunaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri di sejumlah negara Eropa juga menjadi alasan meningkatnya HBA. (drw)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita