Menu

Mode Gelap

Inspirasi · 5 Feb 2022 16:10 WIB

Inovasi Anik Darmawati, Bikin Telur Asin Rasa Strawberry Diminati Luar Negeri


 Anik Darmawati, menunjukkan produk telur asinnya yang berasa strawberry Perbesar

Anik Darmawati, menunjukkan produk telur asinnya yang berasa strawberry

HALONIAGA, MAGETAN – Siapa yang tak kenal telur asin, lauk makan yang rupanya banyak disukai orang. Tapi berkat tangan dingin Anik Darwarti asal Magetan, Jawa Timur, telur asin yang biasanya rasanya asin itu bisa disulap jadi aneka rasa seperti strawberry hingga bawang pedas yang pasarnya hingga luar negeri.

Perempuan 37 tahun itu, mulai menggeluti usahanya sejak 2014 lalu. Melalui UKM Ramadani, ia memulai usahanya dari rumah produksi di  Desa Kedungpanji Kecamatan Lembeyan, UKM Ramadani mampu melewati berbagai kendala untuk menapak tangga kesuksesan.

Anik sapaan akrabnya mengatakan, bahan baku pembuatan telur asin dipasok dari peternakan sendiri guna menjamin kualitas dan nilai gizinya. Akan tetapi, seiring berkembangnya usaha, Anik menggandeng tetangganya, seorang peternak bebek untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok telur bebek.

Dengan tujuh orang karyawan, UKM Ramadani berhasil produksi 1000-1200 butir per-harinya. Usahanya agak tersendat di saat pandemi Covid-19 melanda. Omzetnya turun drastis hingga hanya 200 butir per-hari.

Untuk  mendapatkan nilai lebih dan berciri khas dari telur asin dan disukai pembeli, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Telur juga harus dipilah agar benar-benar layak konsumsi.

“Kita tahu kualitas telurnya dan dijamin telur yang fresh,” kata Anik, Sabtu , (05/02/2022).

Anik menuturkan, usahanya pernah merugi. Tapi dirinya pantang menyerah. Ia terus berupaya memperbaiki produksi telur asinnya, hingga telur asinnya dapat  diterima pasar.

“Butuh waktu tahunan untuk berguru mulai dari media sosial sampai para produsen telur asin di berbagai kota,” ujar Anik yang juga merupakan tenaga Dosen di salah satu Universitas Swasta itu.

Sikap pantang menyerahnya membuahkan hasil dengan hasil produksi yang dapat bertahan lebih  lama. Seiring omzet penjualan telur asin miliknya terus meningkat, Anik pun berinovasi. Ia ingin memproduksi telur asin yang berbeda telur asin lumrah dan biasa.

Memasuki tahun 2016, Anik mengembangkan bisnisnya dengan mencoba membuat telur asin dengan berbagai rasa, seperti  rasa bawang pedas, stroberi, madu, dan telur asin asap. Dibutuhkan teknik agar bumbu dan rempah pedas dari cabai bisa masuk ke dalam telur bebek sehingga menghilangkan aroma amisnya.

“Harus benar-benar bersih membersihkan telurnya. Dan ini proses penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilannya,” jelas Anik.

Berkat inovasi dan naluri bisnisnya yang kuat, kini pemasaran telur asin Ramadani menembus berbagai kota, antara lain Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan kota lainnya. Bahkan, pemasarannya pun mampu menjangkau luar negeri di antaranya Hongkong, Arab Saudi, dan Taipe.

Tak hanya itu, UKM Ramadani itu juga bekerjasama dengan minimarket dan memiliki puluhan reseller di berbagai kota. (drw)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Genjot Sektor UMKM, Pusat Oleh-oleh di Probolinggo Kembali Dibuka

12 March 2022 - 18:13 WIB

Pusat oleh-oleh 'Bolinggo', di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akan kembali beroperasi

Perluas Pasar, Petani dan UMKM Kopi Banyuwangi Bertemu 150 Buyer

9 March 2022 - 16:46 WIB

kopi bwi

Bertemu Ganjar Pranowo, Dubes Singapura Bahas Investasi

9 March 2022 - 16:43 WIB

ganjar

Kupat Tahu Pak Wardiman, Kuliner Legenda di Yogyakarta yang Dikelola Sejak Tahun 1990

9 March 2022 - 16:41 WIB

kupat

Potensi Besar, Pemkab Gresik Terus Promosikan Tanaman Hias Karangandong

6 March 2022 - 11:40 WIB

karangandong

Inovasi Perempuan Tuban, Pare Dijadikan Kripik hingga Produknya Dikenal Masyarakat

5 March 2022 - 18:52 WIB

kripik
Trending di Berita