fbpx

Menu

Mode Gelap

Industri · 27 Aug 2022 18:58 WIB ·

Kemenkop UKM Targetkan Pabrik Minyak Makan Merah Dibangun Oktober 2022


 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Humas Kemenkop UKM) Perbesar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Humas Kemenkop UKM)

HALONIAGA.COM, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM) menargetkan pembangunan pabrik minyak makan merah bisa dilaksanakan pada Oktober 2022. Dengan mempercepat pembangunan pabrik, maka produksi minyak makan merah sudah bisa dimulai pada Januari 2023.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan upaya percepatan pembangunan pabrik minyak makan merah sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo terkait pengembanngan minyak kelapa sawit. KemenKop UKM turut melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersinergi untuk mempercepat pembangunan pabrik minyak makan merah oleh koperasi petani sawit.

“Kami baru saja berkoordinasi terkait progres pembangunan minyak makan merah oleh koperasi petani sawit yang saya minta dipercepat supaya Oktober 2022 sudah terbangun pabrik dan Januari 2023 sudah bisa produksi. Ini arahan Presiden agar kita gerak cepat. Kemudian kami membahas soal SNI bersama BSN dan izin edar bersama BPOM,” ucap Teten Masduki dalam konferensi pers Kantor KemenKopUKM, Jakarta, pada Jumat (26/8/2022).

Dia mengatakan untuk mengurus izin pembangunan pabrik akan dilakukan secara paralel baik dengan pemerintah daerah hingga koperasi. BPOM bersama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah melakukan perencanaan DED (Detail Engineering Desain) agar sesuai dengan standar dari BPOM.

“Saya kira kalau pembangunan pabrik, mestinya tidak ada hambatan, apalagi Presiden Joko Widodo sedang mendorong penguatan UMKM termasuk penguatan industri,” kata Teten.

Dari perhitungan KemenKop UKM, setiap 10 ton minyak makan merah yang diproduksi per hari maka akan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi 2 kecamatan di sekitar pabrik minyak makan merah yang rencana pilot projectnya akan dilakukan di Sumatera Utara.

“Saat ini saja sudah ada banyak permintaan dari restoran untuk minyak makan merah karena ini sangat bergizi, bahkan bisa dikembangkan turunannya untuk program stunting. Jadi ini saya kira sudah kita kerjakan dengan cepat juga. Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” ucapnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siap-siap ! Daya Listrik 450 VA Sepakat Untuk Dihapus

13 September 2022 - 12:47 WIB

BNI Raih 4 Penghargaan Alpha Southeast Asia

12 September 2022 - 21:53 WIB

Resmikan 4.153 SR Jargas di Kota Probolinggo , Kementerian ESDM Terus Dorong Diversifikasi Energi

10 September 2022 - 07:22 WIB

Keren ! Limbah Pencucian Pasir Silika di Tuban Disulap untuk Budidaya Udang Vaname

8 September 2022 - 16:54 WIB

Semen Indonesia (SMGR) Raih Laba Rp 829 Miliar Semester I/2022

6 September 2022 - 07:43 WIB

PGN-Badak NGL Wujudkan Inisiatif LNG Bunkering Pertama di Indonesia

6 September 2022 - 07:39 WIB

Trending di Industri