Menu

Mode Gelap

Berita · 8 Feb 2022 14:59 WIB

Keren, Guru PAUD di Probolinggo Sukses Budidaya Ikan Koi di Tengah Lahan Tak Produktif


 Tangan dingin Murniati, budidaya ikan koi di tangan lahan tak produktif Perbesar

Tangan dingin Murniati, budidaya ikan koi di tangan lahan tak produktif

HALONIAGA.COM, PROBOLINGGO – Siapa sangka, lahan kurang produktif di Kota Probolinggo, Jawa Timur mampu disulap menjadi kolam budidaya ikan koi. Uniknya, budidaya ikan khas Jepang ini, dikembangkan kader guru PAUD hingga memiliki 20 kolam.

Berkat tangan dingin Murniati, yang merupakan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ditemui pada Selasa (08/02/2022), ia menujukan kolam yang dikelolanya sejak tahun 2019 silam. Tak sendiri, budidaya ikan yang diawali oleh kakaknya itu kini makin berkembang.

Dengan dibantu suaminya, Imam, usahanya makin berkembang pesat. Bahkan, yang awalnya cuma 1 kolam kini memliki 20 kolam ikan koi yang juga melibatkan warga sekitar.

“Awalnya itu, dulu ini rawa kangkung. Namun, kurang maksimal. Jadi, sempat berpikir, kira-kira apa sekiranya mampu meningkatkan perekonomian, sehingga muncullah budidaya ikan koi itu,” jelasnya pada HALONIAGA.COM.

Saat memulai, ia beli bibit ikan di Blitar. Lalu, dirawat pelan-pelan, hingga makin besar di lahan kolam yang dimilikinya bersama keluarga.

“Biasanya butuh waktu 3 bulan untuk ikan menjadi ukuran 20 centi. Baru bisa dipanen dan dijual ke masyarakat yang minat,” tambahnya.

Jenis ikan benama latin ‘Cyprinus rubrofuscus’ ini pun bervariasi, ada lokal maupun jenis impor. Misalnya, kohako, siro, taisho sanke, shusui hingga showa sanshoku.

Saat ini sudah ada kolam dengan jumlah 20  dengan ukuran 10 x 15 meter. Kalau nanti panen, 1 kolam sebanyak 300-500 ikan. Namun, jumlah itu ia kurangi agar perkembangan tumbuh ikan bisa lebih maksimal.

“Ada suka dan duka dalam budidaya. Sukanya kita bisa mengangkat perekonomian warga sini. Sebab, bisa menambah pemasukan warga sekitar. Kita juga ajak pokdarwis setempat,” jelasnya.

Sedangkan dukanya, tambah Murniati, jika ada penyakit, jamur, dan predator ikan menjadi kendala tersendiri.

Untuk omzet yang diperoleh, Murniati mengaku mendapatkan sekitar Rp 5 juta tiap bulan. Di tengah pandemi Covid-19, dirinya fokus penjualan melalui online, namun sedikit ada kendala.

“Di tengah pandemi ini, kendala yang kami hadapi proses pengiriman ada keterlambatan. Jika terlalu lama di ekspedisi, ikan bisa mati,” tandasnya. (drw)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita