Menu

Mode Gelap

Berita · 3 Feb 2022 10:36 WIB

Kreatif, Guru di Malang Geluti Bisnis Keripik Berbahan Telor Asin


 Yunita Susanti, guru di Kota Malang menunjukkan produk keripik buatannya yang bertahan telor asin Perbesar

Yunita Susanti, guru di Kota Malang menunjukkan produk keripik buatannya yang bertahan telor asin

HALONIAGA, MALANG – Kreatif dan solutif, mungkin dua kata tersebut cocok disematkan kepada Yunita Susanti, seorang guru SD di kota Malang yang mampu ciptakan kreasi kerupuk varian baru yakni dari bahan dasar telor asin.

Yunita menuturkan, awal mula ia bisa berinovasi menjadikan telor asin jadi keripuk dikarenakan ada permasalahan telur asin yang setiap harinya ia titipkan untuk dijual di pasar ataupun ke toko-toko mengalami kerusakan seperti kulit yang rusak atau pecah.

Karena kulitnya pecah, otomatis banyak pedagang di toko-toko yang ia titipi tidak mau menerima telur asin tersebut. Akhirnya banyak yang harus terbuang ataupun bahkan dikonsumsi sendiri atau diberikan kepada orang lain, padahal telur asin tersebut masih layak konsumsi, dari masalah itulah ia bersama keluarganya memikirkan untuk mencari solusinya.

“Usaha kerupuk telur asin awalnya dari usaha telur asin. Awalnya tidak tau mau diapain. Bahkan ada yang dibuang. Akhirnya kepikiran mencari solusi agar bisa menghasilkan uang,”kata Yunita pada indiekraf.com, Selasa (25/01/22).

Ide membuat keripuk dari telur asin tersebut, sejatinya didapat Yunita pada 2019 lalu. Banyak sekali usaha agar kerupuk buatanyanya terasa enak, kegagalan demi kegagalan sudah ia rasakan . Saat ini guru SD Permata Jingga ini bisa memproduksi kerupuk telur asin versi yang mentah dan sudah matang.

Saat ini, kerupuk telu asin dengan diberi nama ‘Inang’ ini kebanyakan dipesan secara offline dengan cara pre order.Sementara untuk pemasaran online melalui market place diakui Yunita belum tergarap secara baik.

Menurut Yunita, kerupuk telur asin buatannya dijual dengan harga Rp 12 ribu untuk kemasan 120 gram. Sedangkan untuk kerupuk mentah dijual Rp 90 ribu per kilogram.  Masih menurut Yunita, untuk kerupuk matang belum ia jual ke luar kota malang, hal itu dikarenakan Yunita masih khawatir hasilnya akan rusak.

“Untuk membuat kemasan kerupuk matang dijual ke luar kota, masih belum bisa karena khawatir remuk,” ungkap alumnus PGSD Universitas Negeri Malang ini.

Saat ini, usaha sampingan yang ia geluti bersama suaminya sedang dalam proses mengurus P-IRT . Ia mengatakan, biasanya menjelang Ramadhan pesanan kerupuk telur asin cukup meningkat.

Saat ini, setiap hari ia mampu memproduksi 2-4 kilogram bahan untuk dijadikan kerupuk telur asin. Untu mencapai ketipisan kerupuk, ia memiliki alat pemotong sendiri yang sudah dimodifikasi oleh suaminya.

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita