fbpx

Menu

Mode Gelap

UMKM · 31 Jul 2022 08:21 WIB ·

Lewat E-Peken, Omzet Toko Kelontong di Surabaya Tembus Puluhan Juta


 Aplikasi E-Peken, cara Pemkot Surabaya naikkan omzet toko kelontong Perbesar

Aplikasi E-Peken, cara Pemkot Surabaya naikkan omzet toko kelontong

HALONIAGA.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan membangkitkan semangat para pelaku UMKM, Toko Kelontong, serta SWK di Kota Pahlawan. Hasilnya, melalui situs belanja online milik pemkot E-Peken Surabaya, para pelaku usaha bisa mendapatkan omzet rata–rata Rp 50 juta per bulan.

Koordinator Toko Kelontong E-Peken Surabaya, Pinto Yuliwati mengatakan, saat Pemkot Surabaya melaunching E-Peken pada 2021, ia bersama beberapa pedagang Toko Kelontong membuat paguyuban E-Peken. Kini, aplikasi berbasis website itu memberikan banyak manfaat bagi para pedagang, khususnya para pedagang Toko Kelontong.

“Pedagang Toko Kelontong yang bergabung dulu hanya 18 orang, sekarang sudah mencapai 30 orang. Karena secara ekonomi telah berubah total, minimal mereka bisa mencapai Rp 10 juta bahkan ada yang telah mencapai Rp 50 juta per bulan,” kata Pinto, Sabtu (30/7/2022).

Menurut Pinto, E-Peken ini memberikan banyak manfaat bagi para pedagang. Sebab, sebelum bergabung dengan E-Peken, para pedagang hanya meraup omzet sampai Rp 5 juta perbulan.

“Benar-benar positif dengan adanya E-Peken ini. Apalagi Pak Wali Kota Eri Cahyadi telah mendapat penghargaan sebagai Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 di Denpasar Bali,” ujar pemilik Toko Kelontong Tiga Putra Jaya Kota Surabaya ini.

Tak hanya itu, Pinto bersama para pedagang Toko Kelontong lainnya ikut mempromosikan penggunaan E-Peken kepada masyarakat umum. Bersama rekan-rekan yang lainnya, mereka mencetak kaos berlogo E-Peken hingga melakukan kampanye untuk mengajak masyarakat umum menggunakan aplikasi tersebut.

“Kami ingin membantu Pemkot Surabaya untuk mengenalkan aplikasi E-Peken. Kami juga berkeliling di 31 kecamatan setiap bulannya. E-Peken sekarang sudah booming, bahkan kami berencana mempromosikannya hingga ke Pulau Dewata Bali,” ungkap dia.

Sementara itu, Zainal Arifin pemilik Toko Kelontong di Jalan Gembongan 2-A DKA/38 menjelaskan, sejak E-Peken dibuat Pemkot Surabaya saat pandemi Covid-19, ia telah mendapat banyak keuntungan dengan rata-rata omzet yang didapat mencapai Rp 50 juta.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Colabora Nite, Event Cafe yang Mengusung Ekonomi Kolaboratif dengan UMKM

13 August 2022 - 12:02 WIB

Harapan Misriati, Tingkatkan Ekonomi Keluarga Lewat Berjualan Keripik

12 August 2022 - 08:03 WIB

Dongkrak Daya Saing, UMKM Kota Kediri Dibekali Pelatihan Fotografi

12 August 2022 - 07:52 WIB

Wow ! Pasar Kreatif Kota Bandung Sukses Raih Omzet Rp 6,5 miliar

10 August 2022 - 12:53 WIB

Pelaku usaha mengecek produk fesyen dalam kegiatan Pasar Kreatif di Kota Bandung, Jawa Barat

Menteri Teten : 86% Bisnis UMKM Bergantung Internet

9 August 2022 - 08:18 WIB

Top! 5 UMKM Binaan Semen Gresik Terpilih Ikuti Tong Tong Fair 2022 di Belanda

9 August 2022 - 08:13 WIB

Trending di Berita