Menu

Mode Gelap

Berita · 25 Feb 2022 18:50 WIB

Lewat Kemendag, Pemkot Malang Gelontor 8 Ribu Liter Minyak Goreng Untuk IKM Tempe Sanan


 Walikota Malang, Sutiaji saat saat memantau tandon milik IKM sentra industri tempe di Sanan Perbesar

Walikota Malang, Sutiaji saat saat memantau tandon milik IKM sentra industri tempe di Sanan

HALONIAGA.COM, Malang – Kawasan sentra industri Tempe Sanan digelontor 8 ribu liter minyak goreng oleh Pemkot Malang. Minyak goreng tersebut, merupakan suplai dari Kementerian Perdagangan melalui PT PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Ribuan liter minyak goreng curah itu dijual kepada Industri Kecil Menengah (IKM) produsen tempe dan pengerajin kripik tempe yang ada di kawasan tersebut dengan harga Rp 11.500 sesuai HET yang ditentukan Pemerintah Pusat.

Penjualan minyak curah itu dilakukan untuk membantu IKM di kawasan sentra industri tempe Sanan. Sebab, produsen tempe dan pengrajin kripik tempe saat ini dinilai cukup terdampak permasalahan harga minyak dan kedelai.

Perlu diketahui, harga minyak goreng kemasan maupun curah di pasar tradisional masih lebih tinggi dibandingkan dengan HET yang telah ditentukan Pemerintah Pusat sejak tanggal 1 Februari 2022 lalu.

Apabila sesuai HET seharusnya Harga minyak goreng curah dibandrol Rp 11.500 per liter, kemudian untuk minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Selain harga minyak goreng, kenaikan harga kedelai juga terjadi dari harga standar Rp 7.000 per kilo menjadi Rp 12.000 per kilo. Kenaikan harga kedelai terjadi karena terjadi beberapa kendala pada beberapa negara importir.

Dari situ, karena 80 persen kebutuhan kedelai di Indonesia itu terpenuhi dari impor. Terjadinya kendala pada beberapa negara importir tersebut berdampak pada kenaikan harga kedelai.

Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan 8 ribu liter minyak curah tersebut didapat Pemkot Malang dari suplai yang diberikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui PT PPI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya berterimakasih BUMN telah memberi kuota sementara 24 ribu liter. Dan 8 ribu liter diantaranya pertama kami drop di kawasan sentra industri tempe sanan,” jelasnya Jumat (25/02/2022).

Sementara itu, Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati menyampaikan, distribusi minyak curah di wilayah sentra industri tempe dan kripik tempe Sanan dilakukan atas instruksi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim.

“Harapannya bisa berlanjut terus program ini supaya bisa membantu masyarakat banyak dan para pengerajin kripik tempe di wilayah sentra industri tempe Sanan,” pungkasnya. (drw)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita