Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Feb 2022 18:39 WIB

Pembudidaya Madu Kelulut Pulang Pisau Masih Kendalakan Pemasaran


 Pembudidaya Madu Kelulut Pulang Pisau Masih Kendalakan Pemasaran Perbesar

HALONIAGA, Pulang Pisau – Memasuki awal panen ditahun 2022 ini, dari sebagian pembudidaya madu masih mengalami kendala sulitnya untuk memasarkan hasil produksinya. Seperti dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Taruna Mandiri Budidaya Lebah Madu Kelulut, Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

KUPS Taruna Mandiri saat ini memiliki 31 kotak lebah madu. Namun yang bisa di lakukan pemanenan hanya beberapa saja. Meskipun panen di awal tahun ini mengalami peningkatan namun dirasa masih belum cukup untuk bisa mendapatkan target.

“Untuk yang bisa di panen 12 kotak dan menghasilkan madu 2 liter lebih. Iya memang ada peningkatan dari sebelumnya, kalau panen sebelumnya, yang bisa kita panen hanya 8 stup atau kotak menghasilkan madu kurang lebih satu liter 200ml,” ucap Juni Ranan Baut, Pengurus KUPS Madu Taruna Mandiri saat ditemui Haloniaga.

Dia mengatakan jadi yang siap dilakukan pemanenan dari 12 stup atau kotak saja dan sisanya masih belum layak panen karena kantong madunya masih sedikit.

Meskipun panen bisa dilakukan, para pembudidaya pun masih mengalami beberapa kendala. Seperti segi pemasaran, namun untuk menyiasati hal tersebut mereka mencoba untuk melakukan dengan menjual secara online.

“Kendala memang ada sih karena belum ada pembeli yang beli madu kita yang sifatnya menampung hasil panen madu kita. Jadi untuk sementara kami hanya menjual lewat online terkadang cepat laku dan terkadang agak lambat laku,” ujar Juni Ranan Baut.

Kendati begitu cara tersebut terbilang masih kurang efektif bagi mereka. Karena untuk persaingan pasar memang cukup ketat dari setiap wilayah. “Harapannya sih ada pembeli yang bisa menampung madu hasil panen kita dan teman-teman Kelompok Lebah Madu Kelulut di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

“Harapan saya sih dinas-dinas terkait ini lah yang menampung madu hasil panen kelompok di Kalteng dan menjadikan satu produk yang bagus yang bisa dijual di pasaran nasional bahkan internasional,” tutupnya. (Rief)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berpotensi, Bumdes Terus Kembangkan Wisata Kuliner Ikan Asap Probolinggo

18 May 2022 - 21:29 WIB

Kota Batu Raih Gelar Terbaik III Duta Aksi Dalam Rakerda HIPMI Jatim 2022

18 May 2022 - 08:26 WIB

HIPMI Optimis, UMKM di Jatim Tahun Depan Tembus Pasar Ekspor

16 May 2022 - 13:35 WIB

DEFEND ID Tebar 3000 Paket Sembako kepada Warga Bandung dan Subang

27 April 2022 - 13:04 WIB

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) DEFEND ID saat menyalurkan 3000 paket sembako kepada warga masyarakat di Kota Bandung dan Subang

Libatkan Senayan City, Biznet Gelar Sentra Vaksinasi Booster Gratis

17 March 2022 - 20:32 WIB

Kerjasama BUM Desa Dan Investor Dipermudah Dengan Gandeng BKPM

14 March 2022 - 18:30 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal saat MOU
Trending di Berita