fbpx

Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Feb 2022 09:50 WIB ·

Program ‘Integrated Farming’ Klaster Jagung di Madura Jadi Harapan BI Jatim


 Kegiatan panen raya jagung hasil program integrated farming klaster oleh Gapoktan binaan BI Jawa Timur yang ditanam pada November 2021 di Desa Mocek Timur Kabupaten Sumenep Perbesar

Kegiatan panen raya jagung hasil program integrated farming klaster oleh Gapoktan binaan BI Jawa Timur yang ditanam pada November 2021 di Desa Mocek Timur Kabupaten Sumenep

HALONIAGA.COM, Sumenep – Sektor ekonomi mikro dan makro di Jawa Timur khususnya sektor riil dan UMKM masih menjadi komoditas unggulan. Bank Indonesia (BI) Jawa Timur melihat potensi besar itu dengan mengembangkan program integrated farming klaster jagung pada lahan pertanian seluas 120 Hektar yang tersebar di Bangkalan, Sumenep dan Pamekasan.

Hal itu membuat, Gapoktan binaan kembali melaksanakan panen raya jagung yang ditanam pada November 2021 di Desa Mocek Timur Kabupaten Sumenep, Rabu (23/02/2022). Program yang telah berjalan hampir 3 tahun ini telah melalui beberapa siklus tanam-panen jagung.

Seremonial panen bersama tersebut dihadiri oleh Kepala Tim Fungsi Pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Harso Hutomo dan Dekan Fakultas Peternakan UTM, Dr. M.Fuad Fauzul, sebagai mitra pendampingan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, melalui Camat Lenteng, M Zulkarnaen menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menginisiasi program klaster dan integrated farming di Kabupaten Sumenep.

Lanjut Bupati Sumenep, selain tanaman jagung, komoditas utama pertanian lainnya di Sumenep adalah padi, tembakau, cabe dan kelor.

Bupati berharap program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan merata kepada petani lain yang belum dibina sehingga produktifitas jagung madura terus meningkat dan dapat mendorong kesejahteraan bagi petani di kabupaten Sumenep khususnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto, menuturkan bahwa pendampingan petani selama tiga tahun sejak 2019 telah berhasil meningkatkan produktivitas panen mulai dari 5-5,8 ton/ha menjadi hingga 6-6,4 ton/ha di 2021.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Phinisi di Bulukumba Gaet 100 UMKM

15 September 2022 - 08:12 WIB

Atasi Inflasi, Airlangga Hartarto Sebut Punya 8 Cara

14 September 2022 - 21:03 WIB

Lagi, Bank Jateng Luncurkan Kredit Murah untuk UMKM dan Pedagang Tanpa Agunan

13 September 2022 - 12:50 WIB

Optimisme Perhutani Wujudkan Swasembada Gula

12 September 2022 - 21:59 WIB

Khofifah Goreng Onde-Onde Bo Liem , Kue Legendaris Mojokerto

12 September 2022 - 00:19 WIB

Soal Bawang Putih, Kemendag Diingatkan untuk Tidak Telat Impor

9 September 2022 - 05:37 WIB

Trending di Ekonomi