Menu

Mode Gelap

Inspirasi · 4 Feb 2022 14:57 WIB

Tak Menyerah Dihantam Pandemi, Ibu 3 Anak Olah Jamu Berbahan Empon-empon


 Tak Menyerah Dihantam Pandemi, Ibu 3 Anak Olah Jamu Berbahan Empon-empon Perbesar

HALONIAGA, Probolinggo – Tak pantang menyerah, Dwi Astuti, pelaku UMKM di Kota Probolinggo terus berjibaku dan bertahan meski pandemi Covid-19 menyerang bertubi-tubi. Dia terus berupaya meningkatkan pendapatannya di kala Covid-19 melonjak-lonjak.

Saat ditemui di rumahnya, di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Astuti menunjukkan berbagai produk olahannya: jamu empon-empon, sambal, kopi, hingga berbagai sirup.

Tutik -sapaan akrab Dwi Astuti- merintis usahanya memproduksi berbagai produk UMKM sejak 2015, setelah ia mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Probolinggo.

“Dulu awalnya ikut pelatihan, dari situlah saya kembangkan menjadi produk. Nah, lama-lama di situ mulai banyak permintaan,” ucap Ibu 3 anak ini, Jumat (04/02/2022).

Produk yang paling banyak permintaan itu, ialah berbagai olahan jamu, seperti kunyit asam, jahe merah, kunci sirih, beras kencur, dan temulawak.

Harganyapun terbilang murah, yakni kisaran 12-17 ribu rupiah dengan kemasan botol 100 gram, berisi bubuk jamu. Permintaan itu cukup tinggi ketika pandemi Covid-19.

“Awalnya kan hanya jahe instant, kemudian banyak yang cocok apalagi ketika musim pandemi. Sehingga, saya kembangkan dari berbagai olahan jamu lainnya sampai sekarang,” jelas Tutik.

Ia mengaku, awalnya memulai usaha, dirinya hanya merogoh kocek sebanyak 200 ribu rupiah. Dan kini omzetnya sudah sampai 1 juta rupiah tiap bulannya.

Selain jamu, ia juga mengolah berbagai sambal, seperti sambil ikan tongkol, ikan teri, ikan klotok, ikan layur, hingga ikan lempok tawar. Harganya pun cukup murah hanya 25 ribu rupiah dengan isi 150 gram.

Termasuk kopi racikannya hingga sirup seperti pokak dan olahan buah lainnya. Begitu juga dengan berbagai keripik buatannya.

“Sejauh ini cukup stabil, hanya butuh fasilitas pemasaran. Saat ini, kita mengandalkan sosial media untuk promosi. Ya, Alhamdulillah ada beberapa yang beli dari luar kota,” pungkas Tutik.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Genjot Sektor UMKM, Pusat Oleh-oleh di Probolinggo Kembali Dibuka

12 March 2022 - 18:13 WIB

Pusat oleh-oleh 'Bolinggo', di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akan kembali beroperasi

Perluas Pasar, Petani dan UMKM Kopi Banyuwangi Bertemu 150 Buyer

9 March 2022 - 16:46 WIB

kopi bwi

Bertemu Ganjar Pranowo, Dubes Singapura Bahas Investasi

9 March 2022 - 16:43 WIB

ganjar

Kupat Tahu Pak Wardiman, Kuliner Legenda di Yogyakarta yang Dikelola Sejak Tahun 1990

9 March 2022 - 16:41 WIB

kupat

Potensi Besar, Pemkab Gresik Terus Promosikan Tanaman Hias Karangandong

6 March 2022 - 11:40 WIB

karangandong

Inovasi Perempuan Tuban, Pare Dijadikan Kripik hingga Produknya Dikenal Masyarakat

5 March 2022 - 18:52 WIB

kripik
Trending di Berita